Om Swastyastu,

Kepada masyarakat Desa Kusamba sekalian yang saya muliakan. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kiranya tiada kata – kata yang patut untuk kita ucapkan terlebih dahulu melainkan puji syukur yang sedalam – dalamnya, atas rahmat dan karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa sehingga pembuatan Website Desa Kusamba dapat terlaksana dengan baik.

Kami sebagai Perbekel Desa Kusamba di sini tentu merasa berbahagia dan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, utamanya dari Perangkat Desa Kusamba yang telah berpartisipasi dalam pembuatan website ini dan semoga bermanfaat. Tentu saja sebagai Perbekel Desa Kusamba, kami mengajak kepada masyarakat Desa Kusamba untuk ikut pula berpartisipasi menyumbangkan ide, kreasi dan informasinya agar dapatnya website ini menarik minat pembaca dan menunjang kami untuk memperkenalkan potensi – potensi yang ada di Desa Kusamba kepada daerah lain.

Akhirnya, kepada semua pihak yang terlibat, kami sampaikan terima kasih yang sedalam – dalamnya, semoga kerjasama kita semua membuahkan hasil yang lebih baik.

Demikian, sambutan yang perlu saya sampaikan. Kami selaku Perbekel Desa Kusamba berterimakasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangan.

Om Santih, Santih, Santih Om

PJ. Perbekel Desa Kusamba

I KETUT LAMARTA

Petani Garam Tradisional Kusamba

  • 18 Mei 2018
  • Dibaca: 326 Pengunjung
Petani Garam Tradisional Kusamba

Pernah mendengar pantai Kusamba? mungkin sebagian besar penduduk di Bali mengenal pantai tersebut karena di kawasan ini terletak pura Goa Lawah yang populer menjadi tujuan wisata dan juga bagi warga lokal Hindu yang melakukan upacara persembahyangan. Selain itu di pantai Kusamba setidaknya ada 4 pelabuhan penyebrangan dengan sampan dan fast boat menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Dan tak kalah populernya Kusamba juga tempat pasar ikan laut dan tempat petani garam tradisional satu-satunya yang masih bertahan sampai saat ini.

Pantai Kusamba sendiri terletak di desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kab. Klungkung – Bali. Dan salah satu bagian tepi pantai Kusamba dikenal sebagai tempat petani garam tradisional yang menghasilkan garam organik bercita rasa tinggi, kualitas baik dan bercita rasa gurih. 

Petani garam di Bali memang keberadaanya mulai berkurang, selain memang penghasilan sebagai petani garam kurang begitu maksimal, tetapi juga karena sejumlah tempat seperti kawasan pantai Amed di Karangasem yang juga dulunya sebagai penghasil garam kini keberadaanya mulai berkurang, karena tempat tersebut berkembang menjadi kawasan industri pariwisata. Walaupun tempat produksi garam tradisional di Bali ini mulai terbatas, namun tidak serta merta membuat petani garam yang masih setia menekuni profesinya seperti di desa Kusamba ini omsetnya meningkat.

Proses Pengolahan Garam Organik Di Kusamba Bali

Petani garam di Kusamba Klungkung selain merupakan garam organik, memang menghasilkan garam bercita rasa tinggi dengan rasa gurih menjadi pelengkap bumbu makanan paling ideal. Sehingga garam Kusamba juga merambah ke dunia ekspor sampai ke Jepang. Pengolahan garam oleh para petani ini sangat tergantung dengan alam, proses pembuatan garam lebih maksimal pada saat musim kemarau karena mengandalkan terik sinar matahari, kalau musim hujan tentu hasilnya akan turun drastis.

Melalui proses yang cukup panjang dan dengan cara-cara tradsional, proses pengolahan garam di Kusamba inipun menjadi perhatian bagi wisatawan, sehingga tidak mengherankan tempat pengolahan garam oleh para petani tersebut menjadi tujuan wisata alternatif, apalagi lokasinya berdekatan dengan objek wisata pura Goa Lawah, sehingga tidak perlu menyita waktu terlalu banyak, selain itu kawasan ini juga terkenal dengan makanan ikan laut seperti tuna dan tongkol dalam bentuk sup, pepes dan sate.

Berikut proses pembuatan garam organik di Kusamba;

  • Pasir pantai diratakan, kemudian petani menyiramkan air laut di atas permukaan pasir yang sudah diratakan, proses penyiraman tersebut bisa sampai 3-4 kali.
  • Menunggu pasir kering sekitar 4 jam (kalau cuaca terik), pasir kering tersebut akan dibawa pada sebuah gubuk dan diletakkan pada sebuah tempat saringan pasir.
  • Pasir tersebut disiram dengan air laut, sehingga mendapatkan air garam pertama, disaring lagi sampai 3-4 kali sehingga menghasilkan air garam murni.
  • Air garam murni yang merupakan hasil sulingan pasir tersebut di taruh pada lapak-lapak yang terbuat dari batang pohon kelapa, kemudian di taruh di bawah terik sinar matahari.
  • Setelah mendapatkan panas mtahari yang cukup, air tersebut akan mengkristal, kristal inilah garam murni yang berkualitas tinggi, diambil dan dikeruk menggunakan tempurung kelapa sehingga menghasilkan butiran-butiran garam kecil yang siap dikonsumsi.

Pengolahan Garam Tradisional Sebagai Tujuan Wisata

Petani garam yang sudah jarang bisa ditemukan sekarang ini, memang sangat potensial sekali menjadi tujuan wisata, bahkan di Kusamba ini anda bisa ikut belajar atau memperhatikan segala detail mengenai proses pembuatan garam tersebut, sehingga liburan anda terasa lebih berbeda dan mengesankan.

Setiap harinya memang selalu saja ada wisatawan yang berkunjung menyaksikan aktivitas petani garam di Kusamba. Hal lain yang bisa dinikmati dikawasan ini adalah keindahan alam laut yang terhampar biru, dikejauhan terlihat pegunungan pulau Nusa Penida, suasana pantai yang tenang bisa menemukan kedamaian dan keindahan.

  • 18 Mei 2018
  • Dibaca: 326 Pengunjung

Potensi Terkait Lainnya

Cari Potensi