Om Swastyastu,

Kepada masyarakat Desa Kusamba sekalian yang saya muliakan. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kiranya tiada kata – kata yang patut untuk kita ucapkan terlebih dahulu melainkan puji syukur yang sedalam – dalamnya, atas rahmat dan karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa sehingga pembuatan Website Desa Kusamba dapat terlaksana dengan baik.

Kami sebagai Perbekel Desa Kusamba di sini tentu merasa berbahagia dan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, utamanya dari Perangkat Desa Kusamba yang telah berpartisipasi dalam pembuatan website ini dan semoga bermanfaat. Tentu saja sebagai Perbekel Desa Kusamba, kami mengajak kepada masyarakat Desa Kusamba untuk ikut pula berpartisipasi menyumbangkan ide, kreasi dan informasinya agar dapatnya website ini menarik minat pembaca dan menunjang kami untuk memperkenalkan potensi – potensi yang ada di Desa Kusamba kepada daerah lain.

Akhirnya, kepada semua pihak yang terlibat, kami sampaikan terima kasih yang sedalam – dalamnya, semoga kerjasama kita semua membuahkan hasil yang lebih baik.

Demikian, sambutan yang perlu saya sampaikan. Kami selaku Perbekel Desa Kusamba berterimakasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangan.

Om Santih, Santih, Santih Om

PJ. Perbekel Desa Kusamba

I KETUT LAMARTA

Inilah Tempat Wisata di Desa Kusamba Klungkung Bali

  • 07 Januari 2017
  • Dibaca: 421 Pengunjung
Inilah Tempat Wisata di Desa Kusamba Klungkung Bali
Kusamba merupakan nama sebuah desa di timur kota Semarapura. Pada abad ke 18 desa kusamba terkenal sebagai pelabuhan penting kerajaan Klungkung. Dulunya desa ini penuh dengan ilalang, sehingga desa ini diberi nama desa Kusamba (kusa = ilalang). Bahkan raja klungkung I Dewa Agung Putra membangun istana di desa yang diberi nama Kusanegara.
 
Desa Kusamba makin terkenal sejak terjadinya pertempuran hebat antara kerajaan Klungkung yang dipimpin oleh I Dewa Agung Istri Kanya dengan Belanda yang dipimpin oleh Jendral AV Michiels. Peristiwa ini dikenal dengan Perang Kusamba. Pada pertempuran tersebut pihak Belanda mengalami kekalahan, di mana pimpinan pasukannya berhasil dibunuh oleh pasukan dari kerajaan Klungkung.
 
Tidak hanya terkenal akan sejarahnya, desa kusamba juga memiliki beberapa tempat wisata yang menarik dan layak untuk dikunjungi jika berlibur ke Bali Timur (khususnya Kabupaten Klungkung). Inilah beberapa tempat wisata yang ada di Desa Kusamba yang perlu diketahui dan wajib anda kunjungi, yakni:
 
1. Pelabuhan Tradisional
 
Di desa Kusamba terdapat tiga buah pelabuhan rakyat atau pelabuhan tradisional yakni
pelabuhan Tribuana, pelabuhan Banjar Bias, dan pelabuhan Monggalan. Akan dibangun juga pelabuhan di pantai Karang Nadi. Semua pelabuhan tradisional ini merupakan jalur alternatif penyeberangan ke objek wisata Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. 
 
2. Pantai Asri dan Indah
 
Desa kusamba berada di pesisir selatan pulau kabupaten Klungkung sehingga memiliki banyak spot pantai seperti pantai Tribuana, pantai Banjar Bias, pantai Kampung Kusamba, pantai Monggalan, dan pantai Karang Nadi. Semua pantai ini memiliki pasir putih dengan pemandangan yang sangat indah. Dari bibir pantai kita bisa melihat indahnya gugusan kepulauan Nusa Penida diseberang lautan. Aktivitas para nelayan dan bersandarnya jukung-jukung nelayan dipinggir pantai akan menambah keindahan pantai ini. Cocok digunakan untuk spot berfoto dan memancing.
 
3. Makam Bersejarah
 
Di desa kusamba terdapat kampung islam pertama kali di kabupaten Klungkung yang bernama Kampung Kusamba. Islam di kampung ini disebarkan pertama kali oleh Habib Ali Bin Abubakar Bin Umar Bin Abubakar Al Khamid. Makam beliau ada di desa ini, tepatnya di pinggir pantai Kampung Kusamba. Selain bisa menikmati keindahan alam pantai kusamba, kita juga bisa menelusuri sejarahnya.
 
4. Pemindangan Hasil Nelayan
 
Msayarakat Desa Kusamba sebagian besar sebagai nelayan yang terkenal tangguh. Untuk meningkatkan nilai jual dari hasil tangkapan nelayan, maka pemerintah setempat membuat tempat pemindangan yang berada di pantai Segara Kusamba. Jenis ikan yang dipindang bermacam-macam yakni tongkol, cakalang, slengseng, lemuru, dan krincing. Kita juga bisa melihat secara langsung proses produksi pindang tersebut dan membelinya secara langsung di sana. Tentu harga pindang di sini lebih murah karena kita membeli secara langsung di tempat proses produksinya.
 
5. Pembuatan Garam Tradisional
 
Tidak hanya disuguhkan dengan pemandangan pantai pasir hitam yang penuh dengan ketenangan dan pemandangan laut yang indah, jika cuaca terik kita juga bisa melihat proses pembuatan garam tradisional secara langsung. Petani garam di sini masih berpegang teguh dengan tradisi lama dalam pembuatan garam yang diajarkan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Karena dibuat secara tradisional maka dalam pengolahannya petani garam hanya mengandalkan bantuan alam saja. Garam Kusamba terkenal sebagai produk garam yang bermutu tinggi, cita rasa lebih gurih dan mempunyai citra produk garam tradisional sebagai garam laut yang unik. Di tengah teriknya sang surya kita akan melihat para petani garam mengangkut air laut dengan alat pikulan sederhana yang terbuat dari daun kelapa sederhana lalu airnya disebar secara merata di pasir hitam dan pada akhirnya akan terbentuk kristal-kristal garam. Sungguh pemandangan yang sangat unik dan langka.
  • 07 Januari 2017
  • Dibaca: 421 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita